Aku pencet nomornya dan… nyambung!“Ada apa, Ma?”“Cepat pulang dong, sayang. Kedua tangannya mengelus-elus tubuhku.Enak saja Dodi mengangkat-angkat tubuhku yang beratku hanya 53 kg sementara Dodi berat tubuhnya berkisat 79 kg. Bokep Tante Dan croot… croot… croot… Spermanya muncrat memenuhi vaginaku. Dodi setuju. Sebelah tangannya mengelus-elus klitorisku. Dan aku melepaskan semua yang tertumpah dari tubuhku yang terdalam.Berkali-kali dan berkali-kali, sampai akhirnya aku melepaskan pelukanku dan aku lemas.“Mama sudah sampai?”“Maafkan mama, nak. Dodi diam saja dan tersenyum. Kami pun terus melakukannya sampai kami merasakan puncak nikmat yang luar biasa.Hanya lima menit kami istirahat. Mungkin inilah kesalahanku. Tak lama, penis itu mengecil dan Dodi melepas kepalaku.“Terima kasih, Ma,” bisiknya.Aku tersenyum. “Sayang… ayo cepat, aku sudah mau sampai…” katanya.“Iya, mama juga sudah mau sampai, sayang. Aku sendiri tak puas-puasnya kah menerima tubuh Dodi yang menggenjot tubuhku?




















