Lamalama mereka jadi akrab dan lebih banyak ngobrolnya daripada minum jamu. Link Bokep Gairah itu begitu memuncak dan menggebugebu itu datang secara tibatiba menyerang seluruh tubuhku.Samarsamar kulihat wajah Pak Herman menyeringai di atasku. Aku duduk menyepi sendiri di sana sambil menguras air mataku.Ya Tuhan, ampunilah segala dosadosaku ratapku seorang diri.Baru sore menjelang magrib aku pulang. Ayahku sendiri dari suku Ambon tetapi kelahiran Banyumas. Hanya perasaan takut dan takut yang terus mendesak naluriku.Sebelum aku mampu mengambil keputusan apa yang akan kulakukan, Pak Herman sudah maju dan mendekap tubuhku. Ketika aku pulang, aku yang menggantikan menjaga kios dan adik masuk untuk belajar.Untuk beberapa hari lamanya aku sengaja tidak ingin bertemu Pak Herman . Sampai kapan aku akan menjalani hidup yang tak senonoh dan penuh dengan maksiat ini?Entahlah, sekarang ini aku masih kuliah. Ia sama sekali tak menghiraukan doronganku dan bahkan semakin mempererat pelukannya.




















