Ha ha ha [“Ya.. Bokep Mama bukan begitu cara memegangnya,” kembali Mbak Sekar menjerit lirih saat pangkal putingnya teraba jariku. Aku hanya bisa menduga-duga, barangkali ada sesuatu yang di cari oleh nenek di situ. Meski saat itu aku baru lima tahun, tapi keingin-tahuanku atas banyak hal sangat besar. Ini saatnya berpesta.. Aku yang terkecil di komunitas itu. Aku merasa geli campur nikmat. Tentu saja maksud penjemputanku adalah untuk diajak serta oleh Nenek pergi menemaninya ke Semarang. Mereka pikir petir telah menyambar kakakku. “Dingin ya Mbak” gumamku mencari dalih agar aku di dekap Mbak Sekar, hal yang senantiasa ia lakukan bila melihatku agak menggigil selepas di mandikan. Jam dinding berdentang tiga kali, pertanda sudah mendekati subuh, aku gelisah dalam penantian menunggu aksi spektakuler berikutnya.




















