“Kamu sudah makan Tok? “Terus yang mengantar Mbak ke bus di Balikpapan, suami yang ke berapa?”, tanyaku halus. Bokep Tante “Kenapa Mbak mau dimadu?”, tanyaku tambah penasaran. Sebuah cubitan langsung menancap di tangan kiriku. “Nggak apa-apa Mbak, cuma mikir kerjaan besok”, jawabku santai. emangnya kenapa Mbak?”, tanyaku “Sudah jam berapa ini? Pura-pura tidak tahu gelagat para pria yang sedang menaksirnya, Iswani mengajakku duduk di meja paling pojok. “Ke kafetaria yuk”, ajakku dengan tak menghiraukan gurauannya. Sibuk mengimbangi gesekkan tempurung lutut, Iswani hanya memegang erat batang kemaluanku. nggak seperti biasanya”, tanya Iswani. “Mbak, boleh minta rotinya!”, kataku dengan halus. nggak seperti biasanya”, tanya Iswani. “Memangnya kamu sudah kenal, Tok?”, tanyanya. Pikiranku berkecamuk soal pekerjaan yang akan kuhadapi sehari lagi dan sama sekali belum kusiapkan. “Eh Mbak, jangan besar kepala dulu, iya kalau kembang mawar atau melati, kalau kembang kamboja yang seperti di makam-makam, bagaimana?




















