Sekali lagi aku menunduk Sara ke bawah, mulai komat-kamit membaca mantera matematikaku. Aku sekarang dapat melihat wajahnya dgn jelas. Vidio Bokep Itu saja belum cukup. Sekarang sampailah pada tahap selanjutnya, pikirku.Tanpa basa basi aku melepaskan jubahku dan celana dalamku. Nafasnya terdengar semakin memburu. Aku pura-pura menghela nafas penuh simpati. “Tenang Cah Sara..tenang.. Dgn sangat cepat si hidung belang memercikkan air di botol itu ke wajah dan tubuh Juminten. Sekali lagi aku memercikkan air bunga dari gelas ke bagian yg ditunjuknya, dan mendekatkan mulutku ke belakang telinganya. Syukurlah. Dan dgn cepat ia membuka kaos T-shirtnya, meletakkan di kursi. Dia tampak bingung sehingga harus kubantu. rasanya keri (geli) sekali..”. Dgn gaya kebapakan (kok sama dgn ceritanya soal si hidung belang Kartolo itu?), aku berdiri dan mendatangi dia, duduk di sebelahnya dan memeluk pundaknya.




















