Erina menggelengkan kepalanya, air matanya mulai keluar. Dia tersenyum memergoki aku yang terpana melihat dadanya.“Ini milikmu sepenuhnya,” kata Erina sambil menyangga kedua buah dadanya dengan kedua tangannya sekaligus meremasnya menggoda.Kuhabiskan gelas keempatku dan segera membenamkan wajahku ke dalam dua bongkahan daging kenyal didepanku. Bokep STW Aku mengangkat bahu.“Apa ini tidak membuat abang marah?” tanyanya gusar.“Tentu saja ini membuatku marah, tapi aku tetap tak bisa merubah apa yang sudah terlanjur terjadi.”Kenyataannya adalah aku lebih merasa sakit karena dikhianati dari pada kelakuan mereka.“Astaga, aku benar-benar heran dengan abang? Aku juga tak pernah membayangkan sebelumnya sampai aku lihat videonya Erina dengan Bob,” jawabnya sebelum kemudian membungkuk kedepan untuk menghisap salah satu putting payudara Erina. Aku coba hentikan, tapi dia tidak mengijinkanku.Nafasnya tersengal terdengar antara menahan deraan nikmat atau sakit, dan dia terus mengguna kan pahanya untuk menarikku semakin erat. Aku menyeringai.“Ya, masih ada sebuah hukuman yang menunggumu.”“Hukuman?” Tanya Vita, matanya berbinar.“Yeah,




















