Rambutnya aki sisir rapi. Saat itu aku putus sekolah. Bokeb Sini, sini, aku lihat. mungkin sudah pembawaan. Dipijit-pijit terus
Entah kapan aku melepaskan pakaianku, tau-tau aku sudah tak berpakaian lagi. Dia adalah sopir truk antar-propinsi. Aku ngompol! Mbak, mau makan? Atau di karpet juga bisa. Setelah kulap dengan handuk seluruh tubuhnya, aku kenakan daster yang bersih. Lemas. Segera gelombang kenikmatan mengalir seperti listrik ke pusat syarafku. Kamu tau kan, memang tidak ada tempat? Kecuali tangannya sudah pulih, Mas Pras sudah datang. Dapur segera kubersihkan. Mbak, aku mau pipis dulu. Di rumah kan nggak ada bacaan. Aku tidak berani pegang pahanya. Karena tiap pagi dan sore, mengepel tubuhnya, aku bisa melihat dari dekat seperti apa tubuh wanita dewasa itu.




















